Cara memikat pasangan dengan parfum

thumbnail
Pikat si Dia dengan Parfum
yang Tepat
Angga Firmanza : Wolipop
wolipop - Jakarta, Ada
berbagai cara untuk memikat
pria idaman. Salah satunya
adalah dengan
menyemprotkan parfum ke
tubuh agar ia menciuam
aroma harum dari tubuh Anda.
Apapun brand parfum favorit
Anda, jika ingin menaklukan si
dia dengan aroma, maka
gunakanlah parfum dengan
aroma berikut ini, seperti yang
dikutip dari care fair.
Salah satu aroma yang disukai
pria adalah lavender. Pria
mengasosiasikan wangi
lavender sebagai romansa dan
cinta. Hal inilah yang
membuatnya berpikir bahwa
aroma lavender sangat cocok
untuk wanita.
Secara natural, lavender
menimbulkan perasaan
romantis pada pria. Jika pria
mencium aroma lavender pada
diri Anda, maka ia akan betah
berlama-lama di dekat Anda.
Vanila adalah aroma lain yang
disukai pria. Sebuah studi
mengatakan bahwa ada
respon yang kuat terhadap
aroma vanila dari para pria.
Ternyata, aroma ini
meningkatkan gairah pria.
Meskipun Anda sudah
mengetahui aroma yang
disukai pria, namun Anda
harus tahu bagaimana cara
penggunaan parfum yang
benar. Kesalahan
menyemprotkan parfum akan
membuat si dia justru
menjauhi Anda.

Memilih jarak membuat anak yang tepat

thumbnail
Berapa Jarak Ideal Antar Anak?
Vera Farah Bararah :
detikHealth
detikcom - Jakarta, Orangtua
kadang merasa kerepotan saat
mengurusi anak-anaknya jika
jarak keduanya terlalu dekat.
Sebenarnya berapa jarak yang
ideal antara saudara kandung?
Sebagian besar jawaban dari
pertanyaan tersebut bervariasi,
hal ini karena pada
kenyataannya setiap orang itu
unik dan berbeda-beda. Meski
demikian ada beberapa faktor
yang perlu dipertimbangkan
dalam membuat keputusan ini.
Dikutip dari Babyzone.com dan
Babycenter, Kamis
(16/12/2010) ada faktor-
faktor yang patut
dipertimbangkan dalam
memutuskan jarak ideal antara
saudara kandung, yaitu:
Masalah Kesehatan
Baik kehamilan yang
direncanakan atau tidak,
interval usia bisa menentukan
kesehatan ibu dan anak. Risiko
bayi lahir dengan berat badan
rendah, prematur dan ukuran
badan yang kecil akan lebih
tinggi jika jaraknya sangat
dekat yaitu antara 1-3 bulan.
Menurut studi yang
dipublikasikan pada 25
Februari 1999 dalam New
England Journal of Medicine
dianjurkan interval kehamilan
antara 18-23 bulan (1,5-2
tahun).
Jika jaraknya sekitar atau
kurang dari 6 bulan, maka
berisiko 30-40 persen lebih
besar mengalami kelahiran
prematur. Risiko ini juga
meningkat secara signifikan
pada ibu yang menunda
kehamilan terlalu lama
misalnya hingga 10 tahun.
"Perempuan yang menunggu
terlalu lama untuk kehamilan
berikutnya memiliki
kemungkinan lebih besar
mengalami preeklampsia atau
eklampsia," ujar Dr Christine M
Derzko, MD seorang profesor
Ob-Gyn dan internal medicine
di University of Toronto.
Jarak yang terlalu lama antara
kehamilan bisa mengurangi
manfaat yang diperoleh dari
kehamilan sebelumnya, seperti
rahim yang sudah membesar
dan meningkatnya aliran darah
ke rahim. Sedangkan jika
jaraknya terlalu pendek akan
membuat ibu tidak memiliki
waktu untuk pemulihan,
kerusakan sistem reproduksi
atau masalah postpartum
lainnya.
Kebutuhan yang diperlukan
Ketika menentukan waktu
kehamilan berikutnya, banyak
orangtua yang
mempertimbang beberapa
faktor, seperti keuangan,
pekerjaan dan usia. Jika
seseorang sudah berusia di
atas 30 tahun dan memiliki
kehidupan yang mapan
cenderung tidak terlalu lama
menunda kehamilan.
Namun beberapa orangtua ada
yang lebih suka menunggu
sampai anak yang lebih tua
sedikit lebih mandiri, sudah
bisa memahami sesuatu
sehingga bisa membantu
mengurus adiknya. Bayi
umumnya membutuhkan
keperluan yang banyak,
sehingga faktor-faktor ini
harus diperhatikan.
Hubungan saudara
Orangtua bisa melihat
bagaimana anak yang lebih tua
bergaul dengan teman-
temannya, jika ia bisa memiliki
sikap toleransi maka
kemungkinan ia siap menerima
kehadiran saudara kandung
baru.
Jika jaraknya terlalu dekat akan
membuat kakaknya cemburu
karena merasa tidak
diperhatikan lagi, sedangkan
jika jaraknya terlalu jauh bisa
membuatnya merasa frustasi
karena adik kecilnya kerap
memberantakan barang-
barang pribadinya.
Ibu mengetahui kemampuan
tubuhnya
Ketika memutuskan untuk
hamil kembali, seorang ibu
harus menyiapkan stamina
fisik secara keseluruhan. Hanya
seorang ibu yang mengetahui
apakah tubuhnya cukup baik
dan kuat untuk merawat dua
anak pada saat yang sama.
Jika jarak keduanya terlalu
dekat akan membuat ibu
merasa seperti memiliki anak
kembar, tapi jika ada jarak
misalnya 3 tahun akan
memberi kesempatan bagi ibu
untuk bernapas sejenak.

Pengobatan alternatif untuk anak!

thumbnail
Pengobatan Alternatif Kurang
Cocok untuk Anak-anak
Irna Gustia : detikHealth
detikcom - Jakarta, Anak-anak
tidak bisa membuat keputusan
sendiri untuk mengobati
dirinya saat sedang sakit.
Orangtualah yang sangat
berperan dan memegang
kendali pengobatan apa yang
harus dilakukan saat anaknya
sakit.
Di banyak negara hampir
sebagian besar orangtua akan
memilih pengobatan alternatif
untuk penyembuhan anaknya
yang sedang sakit.
Namun dari penelitian terbaru
yang diterbitkan Archives of
Disease in Childhood, banyak
pengobatan alternatif yang
tidak cocok diberikan orangtua
ke anaknya.
Seperti dilansir BBCNews, Sabtu
(25/12/2010), saat orangtua
mengetahui obat alternatif
yang diberikan tidak manjur,
orangtua kemudian akan
beralih pada obat-obat medis
tapi tetap memakai obat
alternatif.
Sayangnya seringkali
pengobatan alternatif saling
tidak cocok dengan obat-
obatan konvensional.
Akibatnya ketika diberikan obat
medis malah menjadi racun
bagi tubuh si anak.
Orangtua berpikir pengobatan
alternatif lebih alami dan
memiliki efek samping yang
sedikit dibanding obat-obatan
medis. Tapi berdasarkan
laporan Australian Paediatric
Surveillance antara 2001 dan
2003, sebanyak dua pertiga
pengobatan alternatif anak-
anak itu berakibat fatal.
Penyakit-penyakit serius
akhirnya terlambat ditangani
karena orangtua lebih memilih
pengobatan alternatif dulu.
Sebagai contoh anak yang
mengalami masalah
pembekuan darah kebanyakan
tidak mempan dengan
pengobatan alternatif.
Penyakit lain sembelit, diabetes
atau cerebral palsy juga tidak
cocok dengan menggunakan
pengobatan alternatif. Belum
adanya uji klinis dan komposisi
yang tepat dari obat-obatan
alternatif membuat anak
akhirnya menjadi 'cocok-
cocokan' dengan obat
alternatif.
Edzard Ernst, Profesor of
Complementary Medicine di
Exeter University mengatakan
semua pengobatan ada efek
sampingnya termasuk
pengobatan alternatif. Dan
anak-anak adalah kelompok
yang sensitif sehingga takaran
dan waktu pemberiannya
harus benar-benar tepat untuk
menghindari efek samping.

Tips mengurangi efek mabuk alkohol

thumbnail
Madu Mengurangi Efek Mabuk
Alkohol
Irna Gustia : detikHealth
detikcom - London, Minuman
alkohol sangat tidak baik buat
tubuh karena senyawa di
dalamnya adalah racun bagi
tubuh. Ilmuwan menemukan
efek mabuk setelah minum
alkhol bisa dikurangi dengan
konsumsi madu.
Ilmuwan The Royal Society of
Chemistry mengatakan
pemanis alami seperti madu
adalah cara yang bagus untuk
membantu menangani tubuh
dari efek mabuk dengan
memecahkan senyawa racun
alkohol.
Madu mengandung senyawa
fruktosa yang berguna untuk
memecah unsur racun alkohol
yang masuk ke tubuh. Alkohol
sangat menyakitkan bagi
tubuh karena minuman ini
akan dipecah menjadi
asetaldehida (acetaldehyde)
yang merupakan senyawa
racun bagi tubuh.
Menurut Dr John Emsley dari
The Royal Society of Chemistry,
dengan makan madu maka
racun asetaldehida akan
dikonversi oleh fruktosa
menjadi asam asetat (acetic
acid) yang kemudian dibakar
selama proses metabolisme
dalam tubuh dan dipecah
menjadi karbondioksida yang
akan dikeluarkan oleh tubuh.
Saat orang mabuk berat di
malam hari, dianjurkan pada
pagi harinya makan roti yang
ditambahkan madu karena bisa
jadi sumber kalium dan
natrium yang juga mengatasi
tubuh untuk melawan alkohol.
"Kesenangan di alkohol itu
karena senyawa asetaldehida
bisa bikin mabuk. Senyawa ini
adalah bahan kimia beracun
dimana saat masuk ke tubuh
akan menyebabkan sakit
kepala berdenyut, mual dan
muntah," kata Dr Emsley
seperti dilansir Telegraph,
Sabtu (25/12/2010).
Selain madu, menurut Dr
Emsley yang menulis buku
'Consumer's Good Chemical
Guide', yang juga bisa
mengurangi efek alkohol saat
mabuk adalah susu.
Minum segelas susu sebelum
minum alkohol akan
memperlambat penyerapan
alkohol oleh tubuh yang berarti
senyawa asetaldehida yang
masuk bisa diminimalkan.
Minuman alkohol akan memicu
orang sering buang air kecil
dan membuatnya mengalami
dehidrasi (kehilangan banyak
air). Jika sudah dehidrasi maka
efek mabuknya akan semakin
parah sehingga dianjurkan
untuk banyak minum air putih
untuk mengganti kadar air
yang hilang.
Itulah sebabnya kenapa
minuman alkohol sangat tidak
bagus bagi tubuh karena
mengandung senyawa racun
dan memicu dehidrasi yang
bisa berakibat fatal.

Tips mendapatkan keturunan anak yang sehat

thumbnail
Mempersiapkan Keturunan
Sehat Sebelum Menikah
Merry Wahyuningsih :
detikHealth
detikcom - Jakarta, Saat
mempersiapkan pernikahan,
sebaiknya jangan lewatkan tes
kesehatan pra nikah. Selain
memperdalam keyakinan Anda
terhadap pasangan, tes
kesehatan pra nikah juga
memungkinkan Anda
mendapatkan keturunan yang
sehat.
Pemeriksaan pra nikah
merupakan salah satu tahap
dalam persiapan yang tidak
boleh dilewati. Banyak konflik
dalam pernikahan yang
mungkin berujung pada
perceraian diakibatkan oleh
masalah kesehatan, kesuburan
dan keturunan.
Tapi dengan saling mengenal
kondisi kesehatan Anda dan
pasangan, masalah itu telah
Anda antisipasi dan cegah sejak
awal.
"Setiap pasangan yang akan
menikah butuh keterbukaan
tentang kesehatan," jelas dr
Frizar Irmansyah, SpOG, dokter
spesialis ginekologi dari RS
Pusat Pertamina, dalam acara
Seminar Kesehatan 100% Siap
Nikah di Prodia Tower, Jakarta,
Sabtu (16/10/2010).
Tes kesehatan sebelum
pernikahan bisa mendeteksi
kemungkinan berbagai
penyakit menular, menahun,
genetik yang diturunkan
seperti:
Diabetes Mellitus
Kelainan jantung bawaan
Hipertensi
Hepatitis B
HIV/AIDS
TORCH (Toksoplasma, Rubella,
Cytomegalovirus, dan Herpes
simplex virus tipe 2).
Penyakit menular seksual
(PMS) seperti sifilis, herpes,
gonorrhea (kencing nanah).
Ketidakcocokkan golongan
darah ABO dan rhesus
"Penyakit-penyakit tersebut
tentunya sangat
mempengaruhi kesehatan
pasangan dan keturunannya
kelak. Jadi pemeriksaan pra
nikah ini penting untuk bisa
mendapatkan keturunan yang
sehat," jelas dr Frizar lebih
lanjut.
Berikut akibat-akibat penyakit
yang bisa menurun:
1. Penyakit seperti diabetes
melitus, kelainan jantung dan
hipertensi, kelainan darah
cenderung diturunkan
. Calon
ibu yang mempunyai kadar
gula tinggi, bila tidak dikontrol
dapat berisiko cacat pada
janinnya atau mengalami
komplikasi kehamilan seperti
janin besar, gangguan
pertumbuhan pada janin,
proses kelahiran yang sulit
atau janin meninggal di dalam
kandungan.
Tapi bila kondisi ini diketahui
sejak awal, dapat dilakukan
perubahan gaya hidup dan bila
perlu dilakukan pengobatan
agar kadar gula darah
terkendali dan komplikasi
dapat dicegah atau dihindari.
2. Penyakit infeksi seperti
hepatitis B juga bisa ditularkan
ibu kepada janinnya atau dari
sang suami kepada istrinya.
Sebagian besar PMS termasuk
sifilis, herpes, gonorrhea juga
bisa mengakibatkan terjadinya
kecacatan pada janin.
3. Ketidakcocokkan rhesus juga
sangat mempengaruhi janin,
seperti janin mengalami
anemia, jaundice (kuning) dan
komplikasi lainnya.
Ketidakcocokkan rhesus ini
sering terjadi pada pasangan
berbeda ras.
"Dengan tes kesehatan,
pasangan bisa mengetahui
penyakit-penyakit tersebut
lebih awal, sehingga nantinya
bisaa dilakukan usaha
pengobatan untuk
menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan," jelas dr Frizar.
Kapan melakukan tes
kesehatan pra nikah?
6 bulan sebelum pernikahan
dilangsungkan adalah waktu
ideal untuk melakukan
pemeriksaan, dengan
pertimbangan masih cukup
waktu untuk menangani
masalah kesehatan yang
mungkin ditemukan. Namun,
jika tidak memungkinkan,
kapan pun sebelum pernikahan
dilangsungkan, Anda bila
melakukan pemeriksaan pra
nikah.

6 Alasan Kesehatan Kenapa Orang Perlu Menikah

thumbnail
6 Alasan Kesehatan Kenapa
Orang Perlu Menikah
Vera Farah Bararah :
detikHealth
detikcom - Jakarta, Slogan
menikah bisa membuat
seseorang hidup lebih lama
mungkin ada benarnya. Karena
ada alasan-alasan kesehatan
tertentu yang membuat
pernikahan menjadikan orang
berusia panjang.
Menikah adalah menyatukan
dua kepribadian orang yang
berbeda-beda. Seperti dikutip
dari AOLHealth, Kamis
(23/12/2010) ada beberapa
alasan kesehatan yang
membuat seseorang harus
menikah, yaitu:
1. Menikah bisa mengurangi
stres
Studi dari University of
California menemukan bahwa
orang yang menikah akan lebih
bahagia dan mampu
mengurangi kadar stresnya
dibandingkan dengan orang
yang tak menikah. Peneliti
mengambil sampel air liur
partisipan untuk menguji
tingkat kortisol (hormon
stres), diketahui orang yang
menikah memiliki kadar
kortisol yang lebih rendah
sehingga tingkat stresnya lebih
kurang.
2. Menikah bisa mengurangi
kemungkinan terkena stroke
Studi trebaru yang dilakukan
oleh Tel Aviv University
menunjukkan pernikahan
bahagia bisa membantu
mencegah stroke fatal pada
laki-laki. Didapatkan laki-laki
yang tidak menikah memiliki
risiko 64 persen lebih tinggi
terkena stroke fatal
dibandingkan dengan laki-laki
menikah.
3. Menikah mengurangi risiko
terkena demensia
Orang setengah baya yang
hidup sendiri dua kali lebih
mungkin mengalami demensia
dan
penyakit Alzheimer
dibandingkan dengan orang
yang menikah. Sedangkan
orang yang bercerai pada usia
setengah baya akan
membuatnya memiliki risiko 3
kali lipat. Hasil ini berdasarkan
penelitian yang dipimpin oleh
Miia Kivipelto dari Swedish
Medical University Karolinska
Institutet.
4. Menikah dapat menurunkan
tekanan darah
Berdasarkan penelitian dari
Brigham Young University
diketahui laki-laki dan
perempuan yang menikah akan
memiliki tekanan darah lebih
rendah dibandingkan dengan
lajang. Hal ini karena pada
umumnya orang-orang
tersebut memiliki sistem yang
lebih teratur dan tidak terlalu
cuek lagi dengan kesehatan
dirinya sendiri.
5. Menikah menjauhkan
seseorang dari depresi
Pernikahan umumnya
memberikan dukungan sosial
dan juga emosional sehingga
dapat mengurangi depresi
serta kecemasan seseorang.
Bahkan sebuah studi
menunjukkan orang yang
sudah memiliki depresi akan
mendapatkan dorongan
psikologis dari pernikahannya.
Hasil studi ini dilaporkan dalam
Journal of Health and Social
Behavior.
6. Menikah bisa menjauhkan
seseorang dari tindakan
berisiko
Sebelum menikah umumnya
seseorang tidak terlalu
memperhatikan kondisi
tubuhnya dan bertindak sesuka
hati. Tapi studi menunjukkan
pernikahan bisa membuat
seseorang lebih sedikit terlibat
dalam perilaku berisiko seperti
mengonsumsi alkohol, sering
pulang malam dan juga tidak
merawat diri. Hal ini karena
ada orang-orang yang harus ia
perhatikan selain dirinya
sendiri. Selain itu jika ia sudah
memiliki anak umumnya akan
lebih jauh berperilaku sehat.

Manfaat menikah bagi pria

thumbnail
6 Alasan Kesehatan Kenapa
Orang Perlu Menikah
Vera Farah Bararah :
detikHealth
detikcom - Jakarta, Slogan
menikah bisa membuat
seseorang hidup lebih lama
mungkin ada benarnya. Karena
ada alasan-alasan kesehatan
tertentu yang membuat
pernikahan menjadikan orang
berusia panjang.
Menikah adalah menyatukan
dua kepribadian orang yang
berbeda-beda. Seperti dikutip
dari AOLHealth, Kamis
(23/12/2010) ada beberapa
alasan kesehatan yang
membuat seseorang harus
menikah, yaitu:
1. Menikah bisa mengurangi
stres
Studi dari University of
California menemukan bahwa
orang yang menikah akan lebih
bahagia dan mampu
mengurangi kadar stresnya
dibandingkan dengan orang
yang tak menikah. Peneliti
mengambil sampel air liur
partisipan untuk menguji
tingkat kortisol (hormon
stres), diketahui orang yang
menikah memiliki kadar
kortisol yang lebih rendah
sehingga tingkat stresnya lebih
kurang.
2. Menikah bisa mengurangi
kemungkinan terkena stroke
Studi trebaru yang dilakukan
oleh Tel Aviv University
menunjukkan pernikahan
bahagia bisa membantu
mencegah stroke fatal pada
laki-laki. Didapatkan laki-laki
yang tidak menikah memiliki
risiko 64 persen lebih tinggi
terkena stroke fatal
dibandingkan dengan laki-laki
menikah.
3. Menikah mengurangi risiko
terkena demensia
Orang setengah baya yang
hidup sendiri dua kali lebih
mungkin mengalami demensia
dan
penyakit Alzheimer
dibandingkan dengan orang
yang menikah. Sedangkan
orang yang bercerai pada usia
setengah baya akan
membuatnya memiliki risiko 3
kali lipat. Hasil ini berdasarkan
penelitian yang dipimpin oleh
Miia Kivipelto dari Swedish
Medical University Karolinska
Institutet.
4. Menikah dapat menurunkan
tekanan darah
Berdasarkan penelitian dari
Brigham Young University
diketahui laki-laki dan
perempuan yang menikah akan
memiliki tekanan darah lebih
rendah dibandingkan dengan
lajang. Hal ini karena pada
umumnya orang-orang
tersebut memiliki sistem yang
lebih teratur dan tidak terlalu
cuek lagi dengan kesehatan
dirinya sendiri.
5. Menikah menjauhkan
seseorang dari depresi
Pernikahan umumnya
memberikan dukungan sosial
dan juga emosional sehingga
dapat mengurangi depresi
serta kecemasan seseorang.
Bahkan sebuah studi
menunjukkan orang yang
sudah memiliki depresi akan
mendapatkan dorongan
psikologis dari pernikahannya.
Hasil studi ini dilaporkan dalam
Journal of Health and Social
Behavior.
6. Menikah bisa menjauhkan
seseorang dari tindakan
berisiko
Sebelum menikah umumnya
seseorang tidak terlalu
memperhatikan kondisi
tubuhnya dan bertindak sesuka
hati. Tapi studi menunjukkan
pernikahan bisa membuat
seseorang lebih sedikit terlibat
dalam perilaku berisiko seperti
mengonsumsi alkohol, sering
pulang malam dan juga tidak
merawat diri. Hal ini karena
ada orang-orang yang harus ia
perhatikan selain dirinya
sendiri. Selain itu jika ia sudah
memiliki anak umumnya akan
lebih jauh berperilaku sehat.