Showing posts with label Berita Mesum. Show all posts
Showing posts with label Berita Mesum. Show all posts

Foto Mesum Bupati Pekalongan di Facebook

thumbnail
Di tengah sorotan kepada jejaring sosial Facebook yang kerap disalahgunakan, jagat maya kembali dihebohkan beredarnya foto-foto seronok dua laki-laki dan perempuan yang menyerupai wajah Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan.

Sebuah akun bernama Qomariyah Ponco itu bahkan menampilkan foto-foto telanjang. Siti Qomariyah adalah nama Bupati Pekalongan dan Wahyudi Pontjo Nugroho adalah nama sang wakil bupati.

Hasil penelusuran Kompas.com, akun tersebut belum lama dibuat. Hanya ada dua posting di halaman akun tersebut. Masing-masing sebuah album foto bertanggal 5 Februari 2010 berjudul "Valentine Day 2005" yang berisi 22 foto seronok kedua pasangan itu. Sementara posting kedua pada hari yang sama berupa update status "Mau tau lebih lengkap tajam dan fakta aktual tunggu di hari Valentine......"

Akun ini dibiarkan dengan status publik sehingga semua pengguna Facebook, termasuk yang belum berkawan, pun dapat mengomentari status dan foto-foto tersebut. Sejauh ini sudah ada seratusan komentar yang masuk. Ada yang menghujat pasangan tersebut jika benar hal ini terjadi. Namun, umumnya menyayangkan munculnya foto-foto tersebut. Bahkan, ada yang mencurigai sebagai kegiatan poltik semata untuk menjatuhkan pasangan itu.

Kasus foto seronok pasangan tersebut sebelumnya pernah beredar menjelang pemilihan bupati dan wakil bupati Pekalongan tahun 2006. Namun, gosip tersebut tidak memengaruhi pilihan masyarakat untuk tetap memilih pasangan sebagai bupati dan wabup Pekalongan 2006-2011. Pasangan dengan semboyan Qonco Sejati (Qomariyah Ponco segera menjadi bupati) itu diusung Partai Kebangkitan Bangsa dan Golkar.



http://regional.kompas.com/read/2010/02/18/1248546/Foto.Seronok.Bupati.Pekalongan.Muncul.di.Facebook.

Foto Wali Kota Mesum di Facebook

thumbnail
Wakil Bupati Pekalongan, Wahyudi Pontjo Nugroho akan menuntut dan mempolisikan orang yang menyebarkan foto mesumnya bersama Bupati Pekalongan Siti Qomariyah di Facebook.

"Ini sangat merugikan dan melecehkan saya," kata Pontjo dalam jumpa pers di ruang kerjanya, Kompleks Pemkab Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (19/2).

Menurut Pontjo, ia sama sekali tidak pernah mengenal dunia jejaring sosial Facebook, karena itu sangat tidak masuk akal jika dirinya mempunyai akun Facebook berbarengan dengan Bupati Siti Qomariyah.

"Saya dan polisi akan mencari tahu siapa yang membuat akun facebook. Saya meminta kasus ini diproses secara hukum," tegas Pontjo.

Seperti diberitakan sebelumnya, foto Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, Jawa Tengah beredar lewat Facebook. Hebohnya, posisi keduanya terlihat mesra. Tepatnya: hot!

Yang mengejutkan, foto tersebut itu justru beredar di akun facebook atas nama Qomariyah Ponco.

Akun tersebut adalah gabungan dari nama Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, yaitu Siti Qomariyah dan Wakil Bupati, Wahyudi Pontjo Nugroho.

Dalam akun itu tertulis kalimat "Kemesraan modal awal membangun komitmen bersama untuk menjadi Bupati dan Wakil....berikut hobi menyalurkan birahi di hari valentine."

Beragam komentar bermunculan di akun ini. Sebagian dari mereka memberi cercaan, akan tetapi ada pula yang menganggap hal itu cuma untuk lucu-lucuan saja.

Skandal antara Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan ini sudah menjadi rahasia umum masyarakat di daerah Pekalongan dan Jawa Tengah. Selain menjadi mitra kerja, kedua pemimpin daerah yang sudah sama-sama berkeluarga punya hubungan lain.



http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/02/19/355651/wabup-pekalongan-tuntut-penyebar-foto-mesumnya-di-fb/

Kepala Desa Mesum

thumbnail
Puluhan warga Desa Banjaragung Kecamatan Bareng, Jombang, mengamuk. Mereka menuntut mundur Kepala Desa setempat, Hutomo yang telah ketahuan mesum.

Karena kades tidak ada ditempat, sekitar 50 orang massa itu melampiaskan kekecewaannya dengan cara menyegel kantor desa dengan memasang palang kayu, Kamis (18/2).

Dalam orasinya, warga meminta kades Hutomo mundur dari jabatannya. Tuntutan itu disebabkan karena aksi mesum yang dilakukan oleh Hutomo beberapa waktu lalu. Yakni, Hutomo telah ketahuan selingkuh dengan salah satu warganya.

"Apa yang dilakukan kades adalah aib bagi desa. Kades Hutomo telah selingkuh dengan warganya. Padahal sebagai kades seharusnya Hutomo melindungi, bukan malah mencabulinya. Untuk itu kami meminta agar kades meletakkan jabatannya," kata Hasyim dengan nada geram.

Namun sayang, aksi puluhan warga ini harus bertepuk sebelah tangan. Pasalnya, sesaat sebelum massa datang, Hutomo sudah ngacir dari kantornya.

Praktis, di tempat tersebut, pendemo hanya bertemu dengan sekretaris desa, Muhammad Arifin, dan empat orang perangkat lainnya.

Aksi puluhan orang ini juga diwarnai saling dorong. Situasi itu terjadi ketika sejumlah perangkat menghalang-halangi massa untuk masuk kantor.

Karena jumlah yang tidak seimbang, akhirnya beberapa perangkat itu memilih mundur. Massa langsung merangsek masuk. Selanjutnya mereka melakukan penyegelan dengan cara memasang palang kayu tepat didepan pintu.

"Kami minta yang ada di kantor desa keluar semua. Mulai hari ini kantor kami segel. Percuma ada kantor jika kades bisanya hanya berbuat mesum," tambah pria yang bernama Mbah Dul.

Usai melakukan penyegelan, puluhan warga Banjaragung ini kembali ke rumah masing-masing. Sebelum pulang, mereka mengancam akan melakukan aksi dan tuntutan serupa ke kecamatan Bareng dengan jumlah massa yang lebih besar.

Seperti diberitakan sebelumnya, kades Banjaragung tertangkah basah sedang selingkuh dengan perempuan yang berinisial TI yang juga masih tetangganya.

Namun sial, aksi kades mesum ini ketahuan istri TI, yakni MU. Selanjutnya, kades tersebut diteriaki maling oleh suami TI. Sejurus kemudian, warga langsung bergerak beramai-ramai mengeroyok kades tersebut.

Meski kejadian mesum itu terjadi pada 27 Januari lalu, namun hingga saat ini kasus tersebut cenderung mengambang. Akhirnya warga melakukan demo dan menuntut mundur kades Hutomo.



http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/02/18/353192/kades-ketahuan-mesum-warga-segel-balai-desa/

Foto Mesum Pelajar SMA Ponorogo

thumbnail
Foto panas sepasang pelajar SMA di Ponorogo beredar luas di masyarakat. Kini, pelaku dari foto panas tersebut tengah menjalani proses skorsing.

Dari informasi yang dihimpun, diduga foto tersebut diambil menggunakan kamera hp atau kamera web cam yang tersedia di warnet. Sebab, selain hasil fotonya yang tidak bagus, juga terlihat bahwa tempat pengambilan foto tersebut di salah satu warnet.

Dalam foto foto panas yang sudah terlanjur beredar luas tersebut, tampak sepasang muda-mudi tengah berciuman bibir. Bahkan, ada pula di foto yang lain tampak pasangan wanitanya difoto sambil memegang mouse komputer dengan mengunakan seragam putih abu-abu dan sudah terbuka pada bagian dadanya.

"Fotonya kurang jelas kayak diambil di warnet. Lagian ceweknya kayak anak SMA," ujar Tio, salah satu pelajar SMA di Ponorogo sambil memperlihatkan foto di ponselnya, Kamis (25/2).

Ia menambahkan, bahwa ia mendapatkan foto tersebut dari ponsel teman sekolah dan sudah banyak teman-temannya yang memiliki foto panas tersebut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, salah seorang pengajar di SMA 1 Slahung Ponorogo membenarkan bahwa salah satu pemeran dalam foto tersebut memang adalah pelajar di tempatnya. "Saat ini anak tersebut sedang menjalani skorsing selama dua minggu," ujar salah satu pengajar yang tidak mau disebutkan namanya.



http://inilah.com/news/read/politik/2010/02/25/367742/foto-pelajar-sma-mesum-gegerkan-ponorogo/

Siswi SMA Bugil Sambil digerayangi

thumbnail
Jajaran Polres Gresik tercoreng oleh ulah seorang anggotanya, Briptu GWK, yang bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di Mapolsek Dukun. Polisi muda itu diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Maya (nama samaran), gadis berusia 16 tahun yang juga siswi sebuah SMA di Dukun.

Akibat dugaan pelecehan seksual itu, kini Maya menjadi pendiam dan bahkan mengalami trauma apabila berhadapan dengan orang yang tidak dikenalinya. Sementara itu, oknum polisi tersebut kini sedang diperiksa di Mapolres Gresik.

Informasi yang dikumpulkan Surya menyebutkan, kasus ini bermula ketika korban tengah berpacaran dengan kekasihnya di pertigaan Desa Petiyen, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, pada malam akhir pekan lalu. Tiba-tiba keduanya dikagetkan dengan kedatangan anggota kepolisian yang tengah berpatroli.

Sejoli itu lantas dibawa ke Mapolsek Dukun untuk dimintai keterangan. Semula pemeriksaan berjalan wajar. Saat Briptu GWK datang, ia langsung meminta Maya untuk melucuti pakaiannya.

Karena diperintah polisi berpakaian seragam, korban takut dan menuruti saja, sampai akhirnya ia hanya mengenakan pakaian dalam di hadapan oknum polisi tersebut. Melihat tubuh molek, oknum polisi itu lalu mendekat dan menggerayangi bagian vital tubuh korban.

Puas menggerayangi, oknum petugas itu akhirnya melepaskan kedua remaja tersebut karena tidak memiliki landasan hukum untuk menahan keduanya. Begitu sampai di rumah, korban yang semula periang itu berubah menjadi pendiam. Demikian juga saat di sekolah. Korban selalu menghindar bergaul, terutama dengan teman lelakinya.

Tingkah laku korban ini akhirnya diketahui teman-temannya. Tampaknya karena tidak kuat menahan beban psikologis, korban kemudian menceritakan kasus yang dialaminya. Cerita korban inilah yang lantas menyebar luas ke masyarakat.

Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Gresik Nur Khosiah membenarkan adanya kabar tentang kejadian itu. Namun, dia belum menerima laporan secara resmi dan permintaan bantuan pendampingan yang diajukan korban ataupun keluarganya.

“Secara lisan, mereka (korban) memang sudah menghubungi kami, namun pemberitahuan tertulis belum kami terima. Mereka berjanji datang hari ini (kemarin, Red) ke tempat kami. Jika sudah kami terima, kami akan laporkan kasus ini ke Polres Gresik,” kata Nur Khosiah melalui telepon selulernya, Jumat (5/3/2010).

Ketika dihubungi Surya, Kapolres Gresik AKBP Rinto Djatmono membenarkan adanya kasus yang menyangkut anggotanya. “Yang bersangkutan sekarang tengah diperiksa Unit P3D (Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Disiplin),” ujarnya.

Kapolres menambahkan, korban juga diperiksa di unit P2A (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satuan Reskrim Polres Gresik, Jumat malam.

Meski pemeriksaan terhadap anggotanya belum tuntas, mantan Kapolres Nabire, Papua, ini sudah bisa mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika korban dan kekasihnya berpacaran di sebuah jalan di Desa Petiyen, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Saat itu, keduanya dipergoki petugas dari Polsek Solokuro yang tengah berpatroli kawasan di perbatasan Gresik-Lamongan tersebut.

Setelah sempat diperiksa di tempat, akhirnya keduanya diserahkan ke Polsek Dukun karena keduanya tercatat sebagai warga Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Tatkala diperiksa di Mapolsek Dukun inilah, ujar Kapolres, anggotanya diduga melakukan perbuatan yang melecehkan tersebut.

Kendati Briptu GWK diperiksa, yang bersangkutan belum ditahan. Sebab, tahanan yang merupakan sanksi itu baru dikenakan setelah yang bersangkutan secara resmi dinyatakan bersalah dalam sidang hukuman disiplin (kumplin).

“Sidang kumplin baru akan digelar setelah berkas perkaranya selesai,” tambah Rinto Djatmono. Mengenai sanksi terhadap anggotanya itu, Kapolres yang alumnus Akpol 1991 itu memastikan ada tindakan tegas, tergantung derajat kesalahannya.

“Nanti akan kita lihat hasil pemeriksaan. Sanksi yang dijatuhkan akan didasarkan pada kesalahan yang dibuat,” tukas AKBP Rinto Djatmono.




http://regional.kompas.com/read/2010/03/06/09392389/Dipaksa.Telanjang..Diinterogasi.Sambil.Digerayangi