Showing posts with label Berita Mesum. Show all posts
Showing posts with label Berita Mesum. Show all posts

Foto Mesum Bupati Pekalongan di Facebook

thumbnail
Di tengah sorotan kepada jejaring sosial Facebook yang kerap disalahgunakan, jagat maya kembali dihebohkan beredarnya foto-foto seronok dua laki-laki dan perempuan yang menyerupai wajah Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan.

Sebuah akun bernama Qomariyah Ponco itu bahkan menampilkan foto-foto telanjang. Siti Qomariyah adalah nama Bupati Pekalongan dan Wahyudi Pontjo Nugroho adalah nama sang wakil bupati.

Hasil penelusuran Kompas.com, akun tersebut belum lama dibuat. Hanya ada dua posting di halaman akun tersebut. Masing-masing sebuah album foto bertanggal 5 Februari 2010 berjudul "Valentine Day 2005" yang berisi 22 foto seronok kedua pasangan itu. Sementara posting kedua pada hari yang sama berupa update status "Mau tau lebih lengkap tajam dan fakta aktual tunggu di hari Valentine......"

Akun ini dibiarkan dengan status publik sehingga semua pengguna Facebook, termasuk yang belum berkawan, pun dapat mengomentari status dan foto-foto tersebut. Sejauh ini sudah ada seratusan komentar yang masuk. Ada yang menghujat pasangan tersebut jika benar hal ini terjadi. Namun, umumnya menyayangkan munculnya foto-foto tersebut. Bahkan, ada yang mencurigai sebagai kegiatan poltik semata untuk menjatuhkan pasangan itu.

Kasus foto seronok pasangan tersebut sebelumnya pernah beredar menjelang pemilihan bupati dan wakil bupati Pekalongan tahun 2006. Namun, gosip tersebut tidak memengaruhi pilihan masyarakat untuk tetap memilih pasangan sebagai bupati dan wabup Pekalongan 2006-2011. Pasangan dengan semboyan Qonco Sejati (Qomariyah Ponco segera menjadi bupati) itu diusung Partai Kebangkitan Bangsa dan Golkar.



http://regional.kompas.com/read/2010/02/18/1248546/Foto.Seronok.Bupati.Pekalongan.Muncul.di.Facebook.

Foto Wali Kota Mesum di Facebook

thumbnail
Wakil Bupati Pekalongan, Wahyudi Pontjo Nugroho akan menuntut dan mempolisikan orang yang menyebarkan foto mesumnya bersama Bupati Pekalongan Siti Qomariyah di Facebook.

"Ini sangat merugikan dan melecehkan saya," kata Pontjo dalam jumpa pers di ruang kerjanya, Kompleks Pemkab Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (19/2).

Menurut Pontjo, ia sama sekali tidak pernah mengenal dunia jejaring sosial Facebook, karena itu sangat tidak masuk akal jika dirinya mempunyai akun Facebook berbarengan dengan Bupati Siti Qomariyah.

"Saya dan polisi akan mencari tahu siapa yang membuat akun facebook. Saya meminta kasus ini diproses secara hukum," tegas Pontjo.

Seperti diberitakan sebelumnya, foto Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, Jawa Tengah beredar lewat Facebook. Hebohnya, posisi keduanya terlihat mesra. Tepatnya: hot!

Yang mengejutkan, foto tersebut itu justru beredar di akun facebook atas nama Qomariyah Ponco.

Akun tersebut adalah gabungan dari nama Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, yaitu Siti Qomariyah dan Wakil Bupati, Wahyudi Pontjo Nugroho.

Dalam akun itu tertulis kalimat "Kemesraan modal awal membangun komitmen bersama untuk menjadi Bupati dan Wakil....berikut hobi menyalurkan birahi di hari valentine."

Beragam komentar bermunculan di akun ini. Sebagian dari mereka memberi cercaan, akan tetapi ada pula yang menganggap hal itu cuma untuk lucu-lucuan saja.

Skandal antara Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan ini sudah menjadi rahasia umum masyarakat di daerah Pekalongan dan Jawa Tengah. Selain menjadi mitra kerja, kedua pemimpin daerah yang sudah sama-sama berkeluarga punya hubungan lain.



http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/02/19/355651/wabup-pekalongan-tuntut-penyebar-foto-mesumnya-di-fb/

Kepala Desa Mesum

thumbnail
Puluhan warga Desa Banjaragung Kecamatan Bareng, Jombang, mengamuk. Mereka menuntut mundur Kepala Desa setempat, Hutomo yang telah ketahuan mesum.

Karena kades tidak ada ditempat, sekitar 50 orang massa itu melampiaskan kekecewaannya dengan cara menyegel kantor desa dengan memasang palang kayu, Kamis (18/2).

Dalam orasinya, warga meminta kades Hutomo mundur dari jabatannya. Tuntutan itu disebabkan karena aksi mesum yang dilakukan oleh Hutomo beberapa waktu lalu. Yakni, Hutomo telah ketahuan selingkuh dengan salah satu warganya.

"Apa yang dilakukan kades adalah aib bagi desa. Kades Hutomo telah selingkuh dengan warganya. Padahal sebagai kades seharusnya Hutomo melindungi, bukan malah mencabulinya. Untuk itu kami meminta agar kades meletakkan jabatannya," kata Hasyim dengan nada geram.

Namun sayang, aksi puluhan warga ini harus bertepuk sebelah tangan. Pasalnya, sesaat sebelum massa datang, Hutomo sudah ngacir dari kantornya.

Praktis, di tempat tersebut, pendemo hanya bertemu dengan sekretaris desa, Muhammad Arifin, dan empat orang perangkat lainnya.

Aksi puluhan orang ini juga diwarnai saling dorong. Situasi itu terjadi ketika sejumlah perangkat menghalang-halangi massa untuk masuk kantor.

Karena jumlah yang tidak seimbang, akhirnya beberapa perangkat itu memilih mundur. Massa langsung merangsek masuk. Selanjutnya mereka melakukan penyegelan dengan cara memasang palang kayu tepat didepan pintu.

"Kami minta yang ada di kantor desa keluar semua. Mulai hari ini kantor kami segel. Percuma ada kantor jika kades bisanya hanya berbuat mesum," tambah pria yang bernama Mbah Dul.

Usai melakukan penyegelan, puluhan warga Banjaragung ini kembali ke rumah masing-masing. Sebelum pulang, mereka mengancam akan melakukan aksi dan tuntutan serupa ke kecamatan Bareng dengan jumlah massa yang lebih besar.

Seperti diberitakan sebelumnya, kades Banjaragung tertangkah basah sedang selingkuh dengan perempuan yang berinisial TI yang juga masih tetangganya.

Namun sial, aksi kades mesum ini ketahuan istri TI, yakni MU. Selanjutnya, kades tersebut diteriaki maling oleh suami TI. Sejurus kemudian, warga langsung bergerak beramai-ramai mengeroyok kades tersebut.

Meski kejadian mesum itu terjadi pada 27 Januari lalu, namun hingga saat ini kasus tersebut cenderung mengambang. Akhirnya warga melakukan demo dan menuntut mundur kades Hutomo.



http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/02/18/353192/kades-ketahuan-mesum-warga-segel-balai-desa/

Foto Mesum Pelajar SMA Ponorogo

thumbnail
Foto panas sepasang pelajar SMA di Ponorogo beredar luas di masyarakat. Kini, pelaku dari foto panas tersebut tengah menjalani proses skorsing.

Dari informasi yang dihimpun, diduga foto tersebut diambil menggunakan kamera hp atau kamera web cam yang tersedia di warnet. Sebab, selain hasil fotonya yang tidak bagus, juga terlihat bahwa tempat pengambilan foto tersebut di salah satu warnet.

Dalam foto foto panas yang sudah terlanjur beredar luas tersebut, tampak sepasang muda-mudi tengah berciuman bibir. Bahkan, ada pula di foto yang lain tampak pasangan wanitanya difoto sambil memegang mouse komputer dengan mengunakan seragam putih abu-abu dan sudah terbuka pada bagian dadanya.

"Fotonya kurang jelas kayak diambil di warnet. Lagian ceweknya kayak anak SMA," ujar Tio, salah satu pelajar SMA di Ponorogo sambil memperlihatkan foto di ponselnya, Kamis (25/2).

Ia menambahkan, bahwa ia mendapatkan foto tersebut dari ponsel teman sekolah dan sudah banyak teman-temannya yang memiliki foto panas tersebut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, salah seorang pengajar di SMA 1 Slahung Ponorogo membenarkan bahwa salah satu pemeran dalam foto tersebut memang adalah pelajar di tempatnya. "Saat ini anak tersebut sedang menjalani skorsing selama dua minggu," ujar salah satu pengajar yang tidak mau disebutkan namanya.



http://inilah.com/news/read/politik/2010/02/25/367742/foto-pelajar-sma-mesum-gegerkan-ponorogo/

Siswi SMA Bugil Sambil digerayangi

thumbnail
Jajaran Polres Gresik tercoreng oleh ulah seorang anggotanya, Briptu GWK, yang bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di Mapolsek Dukun. Polisi muda itu diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Maya (nama samaran), gadis berusia 16 tahun yang juga siswi sebuah SMA di Dukun.

Akibat dugaan pelecehan seksual itu, kini Maya menjadi pendiam dan bahkan mengalami trauma apabila berhadapan dengan orang yang tidak dikenalinya. Sementara itu, oknum polisi tersebut kini sedang diperiksa di Mapolres Gresik.

Informasi yang dikumpulkan Surya menyebutkan, kasus ini bermula ketika korban tengah berpacaran dengan kekasihnya di pertigaan Desa Petiyen, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, pada malam akhir pekan lalu. Tiba-tiba keduanya dikagetkan dengan kedatangan anggota kepolisian yang tengah berpatroli.

Sejoli itu lantas dibawa ke Mapolsek Dukun untuk dimintai keterangan. Semula pemeriksaan berjalan wajar. Saat Briptu GWK datang, ia langsung meminta Maya untuk melucuti pakaiannya.

Karena diperintah polisi berpakaian seragam, korban takut dan menuruti saja, sampai akhirnya ia hanya mengenakan pakaian dalam di hadapan oknum polisi tersebut. Melihat tubuh molek, oknum polisi itu lalu mendekat dan menggerayangi bagian vital tubuh korban.

Puas menggerayangi, oknum petugas itu akhirnya melepaskan kedua remaja tersebut karena tidak memiliki landasan hukum untuk menahan keduanya. Begitu sampai di rumah, korban yang semula periang itu berubah menjadi pendiam. Demikian juga saat di sekolah. Korban selalu menghindar bergaul, terutama dengan teman lelakinya.

Tingkah laku korban ini akhirnya diketahui teman-temannya. Tampaknya karena tidak kuat menahan beban psikologis, korban kemudian menceritakan kasus yang dialaminya. Cerita korban inilah yang lantas menyebar luas ke masyarakat.

Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Gresik Nur Khosiah membenarkan adanya kabar tentang kejadian itu. Namun, dia belum menerima laporan secara resmi dan permintaan bantuan pendampingan yang diajukan korban ataupun keluarganya.

“Secara lisan, mereka (korban) memang sudah menghubungi kami, namun pemberitahuan tertulis belum kami terima. Mereka berjanji datang hari ini (kemarin, Red) ke tempat kami. Jika sudah kami terima, kami akan laporkan kasus ini ke Polres Gresik,” kata Nur Khosiah melalui telepon selulernya, Jumat (5/3/2010).

Ketika dihubungi Surya, Kapolres Gresik AKBP Rinto Djatmono membenarkan adanya kasus yang menyangkut anggotanya. “Yang bersangkutan sekarang tengah diperiksa Unit P3D (Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Disiplin),” ujarnya.

Kapolres menambahkan, korban juga diperiksa di unit P2A (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satuan Reskrim Polres Gresik, Jumat malam.

Meski pemeriksaan terhadap anggotanya belum tuntas, mantan Kapolres Nabire, Papua, ini sudah bisa mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika korban dan kekasihnya berpacaran di sebuah jalan di Desa Petiyen, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Saat itu, keduanya dipergoki petugas dari Polsek Solokuro yang tengah berpatroli kawasan di perbatasan Gresik-Lamongan tersebut.

Setelah sempat diperiksa di tempat, akhirnya keduanya diserahkan ke Polsek Dukun karena keduanya tercatat sebagai warga Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Tatkala diperiksa di Mapolsek Dukun inilah, ujar Kapolres, anggotanya diduga melakukan perbuatan yang melecehkan tersebut.

Kendati Briptu GWK diperiksa, yang bersangkutan belum ditahan. Sebab, tahanan yang merupakan sanksi itu baru dikenakan setelah yang bersangkutan secara resmi dinyatakan bersalah dalam sidang hukuman disiplin (kumplin).

“Sidang kumplin baru akan digelar setelah berkas perkaranya selesai,” tambah Rinto Djatmono. Mengenai sanksi terhadap anggotanya itu, Kapolres yang alumnus Akpol 1991 itu memastikan ada tindakan tegas, tergantung derajat kesalahannya.

“Nanti akan kita lihat hasil pemeriksaan. Sanksi yang dijatuhkan akan didasarkan pada kesalahan yang dibuat,” tukas AKBP Rinto Djatmono.




http://regional.kompas.com/read/2010/03/06/09392389/Dipaksa.Telanjang..Diinterogasi.Sambil.Digerayangi

Download Video Mesum Siswi SMP

thumbnail
Siswa dan siswi sebuah SMP Negeri di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), kembali mencoreng dunia pendidikan. Tiga siswi dan 4 siswa kelas III SMPN 29, berpesta minuman keras (miras), sepasang diantaranya beradegan mesum dan direkam melalui telepon selular. Kasusnya kini ditangani pihak kepolisian.

Tiga siswi itu adalah Sy, Ft dan Dn dan ketiga siswa adalah So, Fr, MS dan He. Terkuaknya ulah tak senonoh itu akibat tersebarnya video mesum di tangan siswa pada Kamis (4/3/2010) lalu. Meski video berformat 3GP berdurasi hanya 6 detik, namun visual menggambarkan 2 siswa dan siswi sedang berpelukan dan berciuman.

Guru dan staf sekolah tersebut dibuat kaget dengan video tersebut. Interogasi pun dilakukan terhadap siswa pemilik video tersebut. Hasil investigasi diperoleh keterangan,pemeran kedua video tersebut adalah Dn dan So.

Kejadian memalukan itu terjadi pada Selasa (2/3/2010), pada saat jam pelajaran tambahan sekolah menjelang Ujian Nasional (UN), mulai pukul 14.00 hingga pukul 17.00 WITA. Saat memulai pelajaran tambahan, ketujuh siswa dan siswi diketahui tidak berada di ruang belajar dan berada di sebuah pondokan yang berada di sekitar sekolah. Saat itu, ketujuh siswa sedang berpesta miras. Di sela pesta miras, Dn dan So berpelukan dan berciuman. Adegan itu pun direkam oleh Ft.

"Ini mencoreng sekolah kami. Apalagi sudah terpublikasikan seperti ini," kata Kepala SMPN 29 Samarinda, Herman Ashari,kepada detikcom di kantornya, Jl Pakis Haji 7, Bengkuring, Rabu (10/3/2010).

Menurut Herman, pihaknya berkeputusan untuk merumahkan Dn sementara waktu. Sedangkan So dan Ft,hingga saat ini tidak mengikuti pelajaran meski pihak sekolah telah melayangkan surat panggilan berulang kali. Sementara Sy, Fe, MS dan He kembali mengikuti pelajaran seperti biasanya.

"Kita tidak mengeluarkan Dn, dengan pertimbangan saat ini duduk di kelas III dan bersiap mengikuti Ujian Nasional," ujar Herman.

Namun yang lebih mengejutkan,sambung Herman,belakangan diketahui Dn merupakan mantan siswi Madrasah Tsanawiyah Model Samarinda, yang dikeluarkan November 2009 lalu oleh sekolahnya akibat perbuatan asusila yang sama. Usai memastikannya ke MTS Model dan Dinas Pendidikan Samarinda, Dn merupakan salah satu siswi dari 14 siswa dan siswi yang dikeluarkan.

Dn diterima di SMPN 29,lantaran bertempat tinggal di sekitar Bengkuring,sekaligus memiliki nilai raport yang cukup baik.

"Jadi Dn itu masuk ke SMPN 29 pada Desember 2009 kemarin. Setelah ditelaah, di sekolah ini, Dn kami duga kembali berulah dengan berbuat asusila seperti di video itu," terang Herman.

Kasus tersebut terus bergulir. Orangtua Dn pun melaporkan kasus yang menimpa Dn, ke kepolisian dengan tuduhan telah melakukan pencemaran nama baik dan pelecehan. Menanggapi itu, Herman menyayangkannya.

"Seharusnya bisa diselesaikan baik-baik. Kalau sudah laporan ke polisi seperti ini,justru Dn akan masuk ke dalam pemberitaan terus. Terutama dia ternyata mantan siswi MTs Model," pungkasnya




http://www.detiknews.com/read/2010/03/11/022008/1315775/10/siswi-smpn-di-samarinda-rekam-adegan-mesum-sambil-pesta-miras

Guru SMP Hamili Muridnya

thumbnail
Seorang guru di SMP 4 Ponggerong, Kecamatan Sojol, Donggala, Sulawesi Tengah, tega menodai siswinya. Perbuatan guru yang biasa dipanggil Pak Zul itu terungkap setelah Bunga -nama samaran korban- melahirkan.

Kasus tersebut berlanjut ke jalur hukum karena Bunga masih berusia 16 tahun. Kemarin (1/4) kasus yang terjadi pada 2008 itu mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Donggala.

Irfan, kakak sepupu korban, mengatakan kecewa karena kasus itu terjadi 2008, namun baru Januari 2010 diproses secara hukum dan kemarin mulai disidangkan. ''Penyidikan baru dilakukan setelah keluarga kami terus mendesak aparat,'' ungkapnya saat mengikuti persidangan di PN Donggala kemarin.

Kekecewaan Irfan bertambah karena majelis hakim memenuhi permohonan terdakwa untuk menangguhkan penahanannya dengan alih status tahanan rumah. ''Setahu saya, terdakwa kasus pemerkosaan itu harus ditahan. Tapi, ini kok dibebaskan," ujarnya.

Hal lain yang mengecewakan keluarga korban, sanksi yang diberikan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Donggala dinilai tidak adil. Sebab, terdakwa hanya dimutasi dari SMP Negeri 4 Ponggerang ke SMP Lenju, Kecamatan Sojol. ''Mestinya yang bersangkutan dipecat karena tidak bisa memberikan keteladanan sebagai guru," tegas Irfan.

Kasus pemerkosaan itu berawal ketika Pak Zul menjemput korban untuk alasan belajar kelompok. Setelah pamit kepada orang tua korban, Zul pun membawa Bunga dengan sepeda motor menuju Dusun Lombonang, Desa Panii.

Belum sampai di tempat tujuan, tiba-tiba Zul memutar sepeda motornya ke arah rumahnya di Desa Ponggerang. Saat itu jam baru menunjukkan sekitar pukul 19.00.

Zul kemudian menyuruh Bunga masuk ke dalam rumahnya. Setelah memarkir sepeda motornya, Zul ikut masuk ke dalam rumah sambil menyuruh korban masuk ke kamar. ''Saat itu korban menolak masuk ke kamar, tetapi tetap disuruh masuk hingga akhirnya terdakwa menyuruh korban untuk merapikan buku di dalam kamarnya," ujar Irfan.

Saat Bunga merapikan buku itulah, Zul mendatangi dari belakang dan langsung memeluk korban. Dalam dakwaan Adi Harsanto SH, jaksa penuntut umum Kejari Donggala, disebutkan, saat dipeluk itu, korban sempat melawan dengan cara mendorong terdakwa dan berkata, ''Jangan begitu Pak!"

Tapi, terdakwa tetap nekat dan meminta korban membuka celananya, diikuti dengan kata-kata ancaman. ''Kalau kau tidak mau kasih itu, saya potong kau," ancam terdakwa seperti dikutip dalam dakwaan.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, terdakwa Zul mengantar korban ke rumahnya sambil mewanti-wanti agar tidak menceritakan kepada siapa pun kejadian yang baru dialaminya. Karena takut terhadap ancaman itu, korban pun menyimpan rapat-rapat kasus yang dialami hingga akhirnya perutnya membesar. ''Agar tidak diketahui, terdakwa memberi korban jaket untuk menutupi perutnya yang membuncit," kata Irfan.

Kasus pemerkosaan tersebut, kata Irfan, terbongkar setelah delapan bulan masa kehamilan korban. Saat itu, korban tidak mau lagi kembali ke rumahnya karena takut diketahui orang tuanya. Sekolah memanggil kedua orang tuanya dan membeberkan peristiwa yang dialami sang anak.




http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=126007

Siswa SMK Mesum diarak warga

thumbnail
Inilah akibatnya kalau melakukan perbuatan asusila di permukiman penduduk. Seorang siswa terpaksa jadi sasaran amuk warga dan dipukuli. Lebih tragis siswi pasangan mesumnya, diarak masih dalam kondisi telanjang alias bugil.

Kejadian itu menimpa sepasang siswa siswi SMK di Desa Sawahan, Kecamatan Bangsal, Mojokerto Kamis kemarin.

Laki-laki yang ketangkap basah itu adalah MI (15) warga Dusun Sumbersari, Desa Sumber Karang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Sedangkan si perempuan, An,16, warga Dusun Kahuripan, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar.

Keduanya dipergoki salah satu anggota keluarga An sedang melakukan hubungan intim di salah satu kamar rumah An. Saat itu, rumah An dalam kondisi sepi karena kedua orangtuanya sedang menghadiri resepsi pernikahan di Surabaya.

Kedua sejoli yang berpacaran ini lantas dipaksa keluar dari dalam kamar dalam keadaan telanjang. An hanya bisa menangis menanggung malu, sementara MI berkali-kali mendapat pukulan dari warga yang kesal dengan perbuatan asusilanya.

Beruntung, polisi cepat datang ke lokasi dan mengamankan keduanya di Mapolsek Mojoanyar. Kapolsek Mojoanyar AKP Subiyanto mengatakan, pihaknya mengamankan dua sejoli ini, karena warga marah dan memukuli si pria.

Dia yakin jika polisi tak cepat datang, MI akan mengalami luka yang parah. “Saat ini, keduanya kami kirim ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Mojokerto,” terang Subiyanto.





surya.co.id

Guru Olahraga Kawin Siswi Seksi

thumbnail
Seorang oknum guru SMP Negeri Plaosan diadukan ke polisi. Yang mengadu itu, tidak lain siswinya sendiri yang mengaku telah dicabuli guru olahraga berinisial BD. ''Memang ada masalah itu. Dan, kami sudah mengambil langkah-langkah,'' kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Bambang Trianto, kemarin (4/4).

Saat bertemu koran ini, pelajar berinisial WDM itu mengaku telah diperlakukan tidak senonoh oleh guru BD di sebuah hotel di Kota Madiun. Peristiwa tersebut terjadi delapan bulan lalu, atau di tahun 2009.

Gadis kelas VIII itu mengaku diajak BD ke luar kota. Tanpa diceritakan awal mulanya, ABG yang sekarang memilih pindah sekolah dari SMPN Plaosan tersebut akhirnya diajak masuk hotel oleh guru BD.

Selama itu pula, cewek imut berambut sebahu ini memendam beban psikologis. ''Anaknya jadi lebih pendiam,'' kata kerabat WDM yang tak mau disebut namanya pada koran ini, Sabtu (3/4).

Lantaran tidak kuat menanggung beban, akhirnya WDM bercerita kepada keluarganya. Kemudian, diputuskan pindah sekolah dan melaporkan dugaan pencabulan ini ke Mapolresta Madiun, Maret lalu. Saat itu, kasusnya ditangani penyidik Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta.

Ketika bertemu koran ini, WDM didampingi seorang kerabat dan Yoyok SU, guru BK di sebuah SMP. Selama pertemuan, gadis berkulit kuning ini sering kali tertunduk. Tatapannya acap kosong. Mengenakan baju putih corak hitam dan celana jins, siswi berwajah manis tersebut tidak banyak bicara.

Sesekali, gadis yang hobi olah suara ini tersenyum masam. Entah apa yang ada di benak dia. Namun, pancaran bola matanya terlihat ia menderita secara psikologis.

Kepala SMP Plaosan, Subiyanto ketika dihubungi koran ini, telepon selulernya tidak aktif. Kepala Dindik Bambang Trianto menambahkan, pihaknya telah meminta kepala sekolah untuk sementara waktu tidak memberikan jam mengajar kepada guru olahraga berinisial BD itu.

''Yang jelas, kami menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah. Karena yang bersangkutan sakit dan sedang menjalani proses hukum, maka diambil kebijakan tidak diberi jam mengajar,'' kata Bambang.

Selain itu, Dindik juga memending proses sertifikasi yang akan dilakukan guru BD tersebut. ''Terpaksa, tahapan sertifikasinya dipending hingga ada kejelasan status hukumnya,'' kata Kepala Dindik.

Bambang mengimbau kepada para guru di lingkup Dindik Magetan mengingat terus kata-kata bijak bahwa guru itu ''digugu lan ditiru''. ''Apa kata guru, anak lebih banyak manutnya. Makanya, berikan contoh yang baik. Karena anak adalah masa depan bangsa,'' kata dia.




http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=151362

Guru Mesum diganjari Penjara

thumbnail
Joko Waluyanto, 45, guru SDN yang menyodomi muridnya, kemarin (6/4) divonis empat tahun pidana penjara. Guru PNS ini juga didenda Rp 60 juta subsider enam bulan kurungan.

''Terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah dalam tindak pidana cabul di bawah umur," kata Ketua Majelis Hakim Ahmad Yani sebelum mengetuk palu sebagai tanda persidangan berakhir di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro.

Guru SDN di Kecamatan Ngasem itu dinilai terbukti melakukan perbuatan cabul sesama jenis terhadap tujuh muridnya. Amar putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Aini Prihatin. Dalam sidang tuntutan 18 Maret lalu, JPU menuntut terdakwa dengan ancaman enam tahun pidana penjara dan denda Rp 60 juta subsider enam bulan kurungan.

Majelis hakim kemarin menilai terdakwa terbukti melanggar pasal 82 (2) UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak jo pasal 65 KUHP. Ahmad Yani mengatakan, perbuatan terdakwa merusak masa depan tujuh korban yang masih di bawah umur. Juga, merusak citra dunia pendidikan.

Hal yang meringankan terdakwa, dia sebelumnya tidak pernah berurusan dengan hukum. Juga, bersikap kooperatif dan telah meminta maaf kepada keluarga korban. Atas putusan tersebut, terdakwa meminta waktu untuk menyatakan banding atau pun tidak. ''Saya pikir-pikir," kata Joko di hadapan majelis hakim.

Hal senada disampaikan JPU Nur Aini Prihatin. ''Masa pikir-pikir untuk mengajukan banding selama tujuh hari," kata Ahmad Yani.

Seperti diberitakan, guru olahraga dan seni itu mulai meringkuk di terali besi sejak 7 Oktober 2009. Dia ditangkap petugas Polsek Kalitidu setelah salah satu korban melapor ke mapolsek setempat.




http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=151668

Perawat RS Pamekasan Cabuli Mahasiswi Magang

thumbnail
Ratusan mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Pamekasan kemarin (20/3), sekitar pukul 11.00, mendatangi rumah sakit daerah (RSD). Mereka mencari Khairul Umam (KU), salah satu perawat di rumah sakit milik Pemkab Pamekasan karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah mahasiswi magang.

Ratusan mahasiswa itu naik sepeda motor dan kendaraan roda empat ke rumah sakit plat merah tersebut. Kedatangan massa dengan seragam serbaputih itu sempat mengagetkan pihak rumah sakit dan kerabat pasien.

Hanya empat orang yang menemui jajaran direksi RSD. Sementara ratusan mahasiswa lainnya langsung menuju tempat KU yang bekerja di sal C. Meski hampir semua ruangan di - sweeping, namun yang dicari tidak ditemukan.

Saat hendak memasuki sal C, mahasiswa dihadang dr Virly, salah satu dokter di RSD. "Tolong tenang. Kalian kan mahasiswa. Kita harus selesaikan dengan kepala dingin," kata Virly sambil menyilangkan tangan di pintu ruangan.

Nia, mahasiswa tingkat empat, mengecam tindakan KU. Selain melakukan pelecehan seksual terhadap rekannya, perbuatan pelaku secara tidak langsung merendahkan kaum perempuan.

"Kami memang butuh pengetahuan dengan magang. Tapi, kami muak dengan perbuatan (pelecehan) itu. Pelaku harus diberi sanksi tegas. Kalau perlu dipecat," tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dirangkum koran ini, korban pelecehan KU mencapai sembilan mahasiswi magang. Namun, mereka enggan melapor atau menceritakan kepada orang atau mahasiswa lainnya.

Posisi pelaku sangat mendukung untuk berbuat tidak senonoh. Selain sebagai perawat, KU juga sebagai pembibimbing LP (laporan pendahuluan) mahasiswa akper yang magang atau praktik di sal C.

Modusnya rata - rata hampir sama. Yakni, mulai meraba, mencium kening, bibir hingga menyentuh-maaf- vagina dan selangkangan dari balik celananya. Para korban bukan tidak menghindar. Tapi, pelaku hanya tersenyum dan diulangi lagi. Dan, semua korban mengaku takut untuk melawan.

"Ternyata (korbannya) banyak Mas. Tapi, baru kemarin mereka semua mengaku. Parahnya, dia (Khairul Umam, Red) yang melakukan semua. Ini kan sudah kurang ajar," kata salah satu mahasiswa semester empat yang enggan disebut identiasnya.

Apes dialami KU, Senin (19/4), sekitar pukul 09.00. Saat itu dia kembali melakukan aksinya bejatnya terhadap TI (inisial) di ruang perawat sal C. Karena tidak tahan, TI melapor ke mahasiswa lainnya. Nah, karena tidak terima dengan perilaku KU, sekitar 500 mahasiswa kemarin mendatangi RSD untuk meminta pertanggungjawaban pelaku.

Kepada koran ini, TI cerita, awalnya dia ingin konsultasi terkait LP yang dibuatnya. Sebab, korban telah memasuki minggu kedua praktik di RSD. TI lalu menyodorkan berkas LP kepada pelaku.

Awalnya biasa - biasa saja. Pelaku terkesan dan seolah - olah memberi penjelasan kepada korban. Saat kejadian, ruang perawat sal C lantai II RSD suasananya sepi, sehingga niat bejat pelaku muncul.

Tiba - tiba tangan kanan KU langsung meremas buah dada sebelah kanan TI dari arah depan. Karena takut, korban hanya tertunduk dan berusaha membuang tangan pelaku dari payudaranya.

"Langsung diginikan (dipegang dadanya) Mas. Saya tepis dengan sopan. Dia hanya tersenyum," tuturnya sambil memeragakan perbuatan pelaku.

Tidak hanya itu. Khairul Umam semakin nekat dengan mencium kening korban. Bahkan, bibir mahasiswi semester empat itu juga diserobot. "Saat saya tidak melihat, dia langsung mencium kening dan bibir saya dari samping," tuturnya malu - malu.

Perlawanan korban bukan membuat berhenti. Tangan jail pelaku semakin nekat. Kini giliran alat vital korban menjadi sasaran. Selangkangan dan vagina TI digerayanginya.

"Dari paha terus ke atas hingga ke sini (pangkal paha). Meski tangannya saya singkirkan, dia tetap kembali mengulangi. Dan, akhirnya saya langsung keluar meninggalkan ruangan itu," katanya dengan mata sembab.

TI juga mengakui jika dirinya bukan korban yang pertama. "Kata kakak tingkat saya, juga digituin juga. Tapi, tolong Mas, nama saya jangan disebut. Saya takut tidak boleh praktik di sana (RSD)," pintanya.

Terpisah, Plt Direktur RSD Pamekasan dr Mazhar menyatakan akan memberi sanksi terhadap Khairul Umam. Dia juga membenarkan jika sejumlah perwakilan mahasiswa telah ditemuinya.

"Yang jelas, pelaku tidak akan diberi kesempatan lagi berhubungan dengan mahasiswa magang, termasuk menjadi instruktur (pembimbing)," katanya usai menemui perwakilan mahasiswa akper.

Hingga pertemuan dengan direksi RSD Pamekasan usai, sejumlah mahasiswa terus mencari pelaku. "Kalau ketemu, saya seret ke jalan dan akan kami arak," kata seorang mahasiswa dengan nada geram.




http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=154227

Kumpulan Bukti Asusila

thumbnail
Inspektorat menindaklanjuti dugan pencabulan yang ditengarai melibatkan oknum PNS di lingkungan Pemkab Pamekasan. Hal tersebut untuk diketahui apakah yang dilaporkan mahasiswi Akper tentang dugaan pencabulam terbukti atau tidak.

Plt Kepala Inspektorat Sutjipto Utomo mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dugaan pencabulan. Termasuk Khairul Uman yang diduga melakukan perbiatan asusila juga diperiksa pengawas. "Kami mendatangi Akper untuk meminta keterangan terkait kasus tersebut. Untuk mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya," terangnya saat ditemui koran ini ruang kerjanya kemarin.

Sampai sejauh mana hasil kerjanya? Utomo enggan menjelaskan secara detail. Selain masih berproses, pihaknya masih akan melaporkan ke bupati. "Belum bisa disampaikan. Kami masih mengumpulkan bukti-bukti terkait permasalahan dugaan pencabulan tersebut," ujarnya tanpa menjelaskan bentuk sanksi yang akan diteriam pelaku apabila terbukti.

Untuk diketahui, kasus dugaan pencabulan terungkap setelah sembilan mahasiswi Akper Pamekasan melapor ke mahasiswa yang lain. Karena tidak terima, ratusan mahasiswa mendatangi RSD Pamekasan mencari Khairul Umam.

Keesokan harinya (20/4) pimpinan dua lembaga tersebut mengeglar pertemuan. Meski kedua pucuk pimpinan mengklaim sudah selesai, namun korban dan perwakilan mahasiswa kecewa karena pelaku tidak mengakui perbuatannya.



http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=154749

Anggota DPRD Mesum di Salon

thumbnail
Seorang oknum anggota DPRD, ketangkap basah sedang berkecan dengan pegawai salon Ching-Ching saat polisi melakukan penggerebekan di salon jalan Negara kawasan Medan Tembung, Sabtu (24/4) malam kemarin.

Dalam penggerebekan tersebut polisi juga mengamankan beberapa pria hidung belang saat bermesraan dengan pegawai salon yang diduga sering dijadikan lokasi prostitusi terselubung.

Penggerebekan tersebut bermula dari adanya pengaduan warga ke polisi, dimana lokasi salon yang pernah digerebek petugas Poldasu itu kerap dijadikan arena kencan liar.

Berdasarkan laporan itu, petugas Polsekta Percut Sei Tuan langsung turun ke lokasi melakukan penyisiran. Tak ayal, petugas memergoki seorang pria sedang berbuat zina dengan karyawati salon. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui pria itu disebut-sebut oknum anggota DPRD.

Kurang puas, petugas melakukan pemeriksaan sejumlah kamar, petugas juga menemukan beberapa pria sedang bermesraan dengan karyawati salon.

Lalu, para pria hidung belang bersama karyawati salon di giring ke Mapolsekta Percut Sei Tuan, untuk dimintai keterangan.

Namun setelah diperiksa dan diberikan pengarahan. Para pria hidung belang termasuk oknum anggota DPRD tadi, bersama karyawati salon dipulangkan seraya membuat surat pernyataan.

Kapolsekta Percut Sei Tuan, AKP Josua Tampubolon kepada Waspada Online Selasa (27/4), membenarkan penggerebekan tersebut, namun Josua enggan menyebutkan indentitas oknum anggota DPRD yang diamankan pihaknya,”Mungkin wartawan lebih tahu. Saya tahu kalau ada oknum anggota DPRD dari kawan wartawan,” elaknya.

Terkait adanya oknum anggota DPRD kepergok mesum di salon, menjadi perbincangan hangat di kalangan anggota DPRD Medan, dan Sumut. Bahkan saat mengkonfirmasi hal itu kepada anggota DPRD Medan, tidak ada yang berani bicara.”Kami tidak tahu siapa oknum anggota DPRD itu, dan dari daerah mana,” kata seorang anggota DPRD Medan yang enggan menyebutkan namanya balik bertanya.



http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=109283:oknum-anggota-dprd-kepergok-mesum-di-salon-&catid=59:kriminal-a-hukum&Itemid=91

Guru Cabuli Murid Mesum

thumbnail
Seorang guru Sekolah Dasar di Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi, ditahan polisi karena diduga melakukan perbuatan cabul. Oknum guru tersebut dilaporkan sejumlah orang tua murid, karena diduga melakukan perbuatan tak senonoh pada beberapa anak.

Somad, seorang guru agama di sebuah SD di Kecamatan Nipah Panjang diringkus polisi atas dugaan melakukan perbuatan cabul. Perbuatan Somad terbongkar setelah salah orang tua murid melaporkannya pada Kepolisian Resor Tanjungjabung Timur.

Menurut salah satu korban yang masih berusia 7 tahun, perbuatan cabul sang guru terjadi Senin lalu. Saat proses belajar berlangsung, Somad membuka rok siswi tersebut di depan siswa lain dan melakukan pebuatan tak senonoh. Saat diperiksa polisi, tersangka Somad mengakui perbuatannya pada beberapa siswa. Bahkan Somad pernah melakukannnya di beberapa sekolah tempat mengajar sebelumnya




http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/04/30/104370/Berbuat-Cabul-Guru-SD-Diciduk-Polisi

Video Mesum 3gp Bulukumba

thumbnail
Video adegan mesum yang beredar di Kabupaten Bulukumba mengagetkan guru-guru sebuah SMP swasta di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Mereka tidak menyangka video itu justru dilakukan dua pelajar mereka.

Dalam gambar tampak jelas, adegan tersebut dilakukan di ruang kelas. Pelajar laki-laki diketahui bernama Ah dan perempuan bernama Hr. Dua pelajar tersebut bermesraan seperti halnya sepasang kekasih yang dimabuk asmara.

Saat berciuman, pelajar laki-laki memegang aurat perempuan. Video itu sendiri sudah beredar luas melalui telepon selular (ponsel).

http://www.solopos.com/2010/channel/nasional/video-mesum-anak-smp-di-bulukamba-beredar-12564

Siswi SMP Perkosa Siswi SD

thumbnail
Nafsu birahi yang tak terkendali mengantarkan LM, seorang pelajar kelas VIII SMP di Bantur meringkuk di tahanan. Remaja berumur 14 tahun tersebut memerkosa tetangganya untuk melapiaskan hawa nafsunya.

Pada Sabtu (27/2) lalu sekitar pukul 13.00, LM memaksa Yayuk (bukan nama sebenarnya), 9, untuk melayani hasrat seksnya. Yayuk yang masih duduk di bangku SD kelas III merupakan tetangga LM sendiri di Dusun Krajan, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.

Terbongkarnya kasus pemerkosaan itu setelah Yayuk mengeluhkan rasa sakit di bagian kemaluannya setiap kali kencing. Rasa sakit itu pun diberitahukan kepada orang tuanya. Setelah ditanya penyebab rasa sakitnya, Yayuk mengaku bahwa dirinya telah disetubuhi oleh LM.

Mendengar pengakuan anaknya, orang tua Yayuk langsung melaporkan aksi LM ke perangkat desa setempat. Oleh aparat desa, keluarga Yayuk dan LM dipertemukan. Dari pertemuan itu, mereka sepakat membawa kasus tersebut ke Mapolres Malang.

Laporan kasus pemerkosaan itu pun langsung ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang. Yayuk dan LM langsung menjalani pemeriksaan. Selain diperiksa, Yayuk juga menjalani visum di RSUD Kanjuruhan. "Visum masih belum keluar. Pelaku sekarang sudah kami amankan," kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Kusworo Wibowo.

Dari keterangan LM kepada polisi, aksi pemerkosaan tersebut berawal ketika dia bertandang ke rumah Yayuk untuk menonton televisi. Di tengah asyik nonton televisi, Yayuk keluar dari kamar mandi dengan ditutupi handuk. Kemudian gadis kecil itu masuk ke kamarnya.

Melihat Yayuk masuk kamar, LM kemudian mengintip korban yang sedang mengenakan pakaian. "Saat itu kondisi rumah sedang sepi. Setelah mengintip, pelaku langsung masuk ke kamar korban," ungkap Kusworo.

Yayuk sempat berontak, namun dia tak mampu berbuat apa-apa karena tubuhnya kalah besar. Aksi pemerkosaan LM terhenti setelah salah satu teman Yayuk datang memanggil korban. "Saat itu korban sebenarnya sedang menunggu temannya untuk les," jelas Kusworo.

Mengetahui ada teman Yayuk, LM bergegas sembunyi di dalam kamar dan mengenakan kembali pakaiannya. Dia juga meminta Yayuk agar segera memakai bajunya dan menemui temannya. Karena perbuatannya, LM terancam dijerat pasal 81 dan pasal 82 Undang-undang perlindungan anak No 23 tahun 2002. Ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara.




http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=146023

Kepergok Mesum dipinggir Sepedah

thumbnail
Dua pasangan muda-mudi Ro (20) warga jalan Depati Hamzah Pangkalpinang dan Li (18) warga Jalan Pintu Air dilaporkan ke Polisi. Pasalnya mereka kepergok oleh Guntur (39)warga Jalan Batin Iso saat kedua pasangan tersebut sedang berbuat mesum.

Kedua pasangan tersebut berbuat mesum disamping sepeda di perumahan Tampuk Pinang Pura Pangkalpinang. Minggu (7/3) sekitar pukul 21.00 wib. Saat itu Guntur sedang melakukan patroli disekitar lokasi yang merupakan perumahan milik pemerintah kota Pangkalpinang.

Kedua pasangan tersebut dipulangkan setelah dimintai keterangan oleh polisi.




http://beta.bangkapos.com/detail.php?section=1&category=5&subcat=51&id=16877

Mesum dirumah temen digrebeg

thumbnail
Warga Perumahan Oma View Blok JH, Kelurahan Cemoro Kandang, Kecamatan Kedungkandang, menggerebek pasangan tanpa nikah RZ, 22, dan MW, 20, yang sedang asyik bermesraan di rumah kosong, Kamis (11/3).

Informasinya, pasangan mesum ini digerebek saat berduaan di dalam kamar. RZ dan MW ditemukan dalam kondisi tanpa busana. Amelia, warga setempat, mengatakan, penggerebekan dilakukan setelah warga curiga dengan masuknya dua remaja itu ke rumah Satria (kawan RZ) yang saat itu kosong.

Tidak kunjung keluar dari rumah, beberapa warga kemudian berusaha mengintip. “Ada cowok, tanpa baju keluar dari kamar mandi,” terang Amalia.

Tanpa ragu, warga pun mendobrak rumah dan menuju sebuah kamar yang tertutup namun tidak dikunci. RZ dan MW belum sempat merapikan diri saat warga masuk. Keduanya pun tertangkap basah dalam kondisi tanpa busana.

Petugas Polsekta Kedungkandang pun dihubungi dan kemudian membawa dua remaja ini ke mapolsekta.

RZ tercatat sebagai warga Jl Danau Bedali, Perumahan Sawojajar dan MW warga Jl Kwoko, Perumahan Tidar. “Kami panggil kedua orangtua masing-masing untuk pembinaan, dan keduanya diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan itu,” kata AKP Anang Tri Hananta, Kapolsekta Kedungkandang




http://www.surya.co.id/2010/03/12/mesum-pinjam-rumah.html

Intip Artis Bugil dengan Iphone Manager

thumbnail
Memanfaatkan fitur perekam di ponsel iPhone, seorang manajer panggung di Amerika Serikat bikin ulah. Pria bernama Michael Brunner ini nekat merekam artis pujaannya saat sedang berada di ruang ganti.

Ulah manajer kawakan ini terungkap saat terlibat dalam pertunjukan berjudul South Pacific. Setelah langsung dipecat, ia juga harus menghadapi proses hukum di pengadilan setempat.

Kasus ini terungkap setelah seorang artis menemukan sebuah iPhone saat ia sedang ganti pakaian untuk adegan selanjutnya. iPhone itu jelas ditujukan untuk merekam aktivitas ganti pakaian yang sedang dilakukannya.

Kecurigaan mengarah pada Brunner karena sebelumnya, sang manajer tampak sibuk di ruang ganti itu. Setelah polisi turun tangan, akhirnya memang terbukti Brunner berada di balik aksi mesum ini.

Seorang sumber menyatakan, Brunner tampaknya jatuh hati pada artis bersangkutan, namun ditolak. "Dia ingin kencan dengannya, namun sang aktris tak tertarik," ungkapnya.

Kadung jatuh hati, Brunner pun nekat memakai iPhone untuk merekam saat aktris pujaannya sedang ganti pakaian. Demikian seperti dilansir Nypost dan dikutip detikINET, Rabu (21/10/2009).

sumber : http://www.detikinet.com/read/2009/10/21/075421/1225356/398/intip-artis-dengan-iphone-manajer-dipecat

Spa Daspra Tempat Mesum Digrebeg

thumbnail
Spa DAspara yang menyewa kamar 202 Hotel Permata di Pajajaran, Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (14/5) malam pukul 23.00 digerebek polisi karena diduga menyediakan layanan plus-plus abas mesum. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan enam wanita tcrapis dan pengelola spa tersebut ke Mapolsckta Bogor Tengah. Mereka adalah EK asal Subang, SR aaal Mcgamcndung, FT asal Depok, DH asal Bandung, SH asal Jakarta, dan IR asal Bandung.

Kapolsckta Bogor Tengah AKP Ade Yusuf Hidayat, Minggu (16/5) mengatakan, penggerebekan tempat spa di kamar hotel tersebut dilakukan setelah polisi mendapat informasi tentang penyalahgunaan izin spa menjadi tempat prostitusi. Berdasarkan informasi warga, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya mekkukan penggerebekan. Informasi itu kami tindaklanjuti dengan mendatangi lokasi spa tersebut, ujarnya

Dari keterangan sementara, lokasi spa menyewa sebuah kamar nomor 202 Hotel Permata, kemudian disekat menjadi tiga ruangan untuk pelayanan Kpa. Ade menje-laskan, selain memberikan pelayanan perawatan dan kebugaran, tempat spa itu diduga menyediakan layanan jasa prostitusi.

Setelah tamu dipijat, pelanggan bisa menikmati layanan plus-plus dan dilakukan di kamar hotel itu dengan tarifnya Rp 300.000, kata Ade. Keenam wanita itu hingga kemarin masih diperiksa di Ma polsekta Bogor Tengah. Masih kanit minta! keterangan, statusnya masih saksi, ujarnya.

Selain mcroerika keenam pekerja Spa DAspira, polisi juga meminta keterangan pengelolanya. Sebelumnya, polisi juga meng-gerebek tempat prostitusi berkedok spa di Montecarlo Sport Club, Komplek Pakuan 1 Tajur. Bogor Selatan. Dalam penggerebekan itu beberapa wanita pemijat diamankan, termasuk seorang pengelola dan beberapa pria pelanggan spa tersebut




http://bataviase.co.id/node/215041